Depok, Jawa Barat, 11 Februari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menutup rangkaian Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan
Menengah (Konsolnas) Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Depok, Jawa Barat. Pada penutupan kegiatan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menerima hasil rekomendasi dari sembilan komisi sebagai rumusan bersama arah penguatan kebijakan pendidikan ke depan.

Dalam sambutannya, Wamendikdasmen menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta yang berasal dari pemerintah pusat dan daerah serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan.

“Alhamdulillah, selama tiga hari pelaksanaan Konsolidasi Nasional ini, kita telah menyamakan arah kebijakan, membahas berbagai isu strategis, serta berbagi pengalaman antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat penyelenggaraan pendidikan,” ujar Wamen Atip di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Rabu (11/2).

Depok, Jawa Barat, 10 Februari 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam mendukung Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui penerapan praktik ramah lingkungan dalam setiap kegiatan. Salah satunya diwujudkan dengan penyelenggaraan Konsolidasi Nasional 2026 yang berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik.

Hal tersebut disampaikan Menteri Mu’ti bahwa kegiatan rapat tidak lagi menyediakan minuman dalam kemasan plastik sekali pakai. “Seluruh peserta Konsolidasi Nasional 2026 menggunakan botol minum, sementara panitia menyiapkan dispenser air minum. Langkah ini diambil sebagai upaya konkret mengurangi timbulan sampah plastik, khususnya dari botol minuman sekali pakai,” ujarnya dalam kegiatan Konsolidasi Nasional, di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (9/2).

Depok, Jawa Barat, 10 Februari 2026 – Dalam Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk melanjutkan dan memperkuat berbagai program prioritas pendidikan pada tahun 2026, khususnya revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru. Ia menyebut capaian tahun menjadi fondasi penting untuk akselerasi program pendidikan ke depan. 

Ia menuturkan jika salah satu capaian utama adalah program revitalisasi satuan pendidikan dengan anggaran Rp16,9 triliun yang berhasil menjangkau 16.167 sekolah dari target awal 10.440 sekolah. Selain itu, program Interactive Flat Panel (IFP) juga telah terdistribusi 100 persen ke ratusan ribu satuan pendidikan. “Dengan sistem swakelola, program ini tidak hanya tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat guna, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat setempat,” tutur Menteri Mu’ti di PPSDM Kemendikdasmen, Jawa Barat pada Senin (9/2).

Jakarta, 14 September 2025 — Malam Penganugerahan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2025 menjadi panggung kebanggaan bagi 31 pasang finalis dari seluruh provinsi di Indonesia. Mereka hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai wajah muda bangsa yang membawa misi penting, yaitu menumbuhkan kepedulian, kecintaan, sekaligus kebanggaan pada bahasa dan sastra Indonesia. Acara  yang meriah dan sarat makna itu memperlihatkan kepercayaan diri para finalis dalam berbagai  bakat seperti wicara publik, penguasaan bahasa asing, hingga kepekaan terhadap isu-isu kebahasaan dan kesastraan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cermin peradaban bangsa. “Bahasa Indonesia sudah digunakan oleh hampir 280 juta orang dan keberadaannya menjadi representasi peradaban yang makin dewasa. Namun, perkembangan bahasa akan selalu ditentukan oleh capaian kita dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.

Jakarta, 14 September 2025— Selama hampir dua dekade, Duta Bahasa telah melahirkan ribuan generasi muda yang menjadi garda depan pemartabatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguatan citra bahasa Indonesia di dunia internasional. Program Duta Bahasa bukan sekadar ajang tahunan, melainkan wadah pembinaan berkelanjutan. Sejumlah alumni terbukti aktif memimpin komunitas literasi, membangun gerakan pelindungan bahasa daerah, hingga menginisiasi kampanye digital untuk bahasa Indonesia.

Di era media sosial, kreativitas Duta Bahasa menjadi motor penggerak lahirnya konten positif yang memperkuat citra bahasa Indonesia sebagai bahasa yang modern, dinamis, sekaligus berwibawa. Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menegaskan bahwa kiprah Duta Bahasa sudah nyata memberikan kontribusi.

Jakarta, 13 September 2025 —Sebanyak 180 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dari berbagai sekolah di DKI Jakarta turut serta dalam kegiatan Peningkatan Literasi Siswa melalui Pembuatan Konten Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025. Kegiatan yang digelar oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini, merupakan bagian dari program prioritas Kemendikdasmen di bidang pembangunan kebahasaan dan kesastraan.

Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen berupaya melahirkan generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Literasi kebahasaan dan kesastraan yang dikemas dalam bentuk konten digital diyakini akan menjangkau masyarakat lebih luas serta memperkuat peran bahasa Indonesia sebagai identitas, jati diri, dan alat pemersatu bangsa.