Kalabahi, (7/6/2023)-Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Guru Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Kabupaten Alor (bahasa Abui, Adang, dan Kabola) di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2023. Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Simfony, Kabupaten Alor pada 6—10 Juni 2023. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kegiatan Rapat Koordinasi Antarinstansi dalam Rangka Pelindungan Bahasa Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2023 yang telah dilaksanakan pada bulan Maret 2023.

Pada tahun sebelumnya, Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur telah dilaksanakan dengan sasaran lima bahasa daerah, yaitu  bahasa Dawan, bahasa Manggarai, bahasa Kambera, bahasa Abui, dan bahasa Rote.  Bahasa Adang dan bahasa Kabola merupakan bahasa tambahan yang akan direvitalisasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2023. Dengan demikian, bahasa sasaran yang direvitalisasi tahun 2023 di Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi tujuh bahasa daerah.

Kupang, 11 April 2023-- Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Penerjemahan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur mengadakan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Berbasis Kearifan Lokal di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang bertempat di Hotel Sotis Kota Kupang. Kegiatan ini akan diadakan selama lima hari dimulai tanggal 11 sampai dengan 15 April 2023. Kegiatan ini dihadiri 50 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peserta adalah penulis-penulis di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah mendaftar melalui pengumuman yang dibuka di media sosial Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peserta dipilih berdasarkan pengalaman menulis disertai dengan penguasaan bahasa daerah masing-masing.

Ruteng, 5 April 2023—Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaksanakan Sosialisasi Program Pembinaan Literasi Generasi Muda. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Anggota Komisi X DPR RI, Andreas Hugo Pareira; Staf Ahli Komisi X DPR RI, Stefanus Benny Adam dan Bernadus Bero; dan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur, Elis Setiati. Kegiatan dihadiri lebih dari 100 orang peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, dinas pendidikan, unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbudristek, guru, pelajar, mahasiswa, praktisi pendidikan, dosen, dan pegiat literasi.

Kupang, 29 Maret 2023--Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Antarintansi dalam Rangka Pelindungan Bahasa Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2023.

Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan kegiatan Bengkel Penerjemahan Berbagai Cerita dan Karya dalam Dwibahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah) di Kabupaten Timor Tengah Utara. Sebelumnya, Kantor Bahasa Provinsi NTT juga sudah menyelenggarakan kegiatan yang sama di Kabupaten Belu, Atambua. Kegiatan ini juga sudah dijadwalkan untuk diselenggarakan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Sumba Barat Daya. Di Kefamenanu, kegiatan diselenggarakan selama empat hari yakni pada Minggu—Rabu, 29 Agustus—1 September 2021 bertempat di Aula Litani dengan jumlah peserta sebanyak 13 orang.

Sejak surat cinta yang saya kirim buat Mas Nadiem Makarim menjadi viral, saya ditanya banyak orang, apakah surat saya itu ditanggapi? Pertanyaan datang lewat WAG, twitter, bahkan juga dari beberapa media. Maka, baiklah saya sampaikan di sini: bukan saja surat saya ditanggapi dengan baik, tapi - lebih dari ekspektasi saya - segera saja Kemendikbud mengatur pertemuan saya dengan Mas Nadiem Makarim. Bahkan sehari setelah surat saya itu viral, saya dihubungi Mas Nino (Anindito Aditomo), Kepala Litbang dan Puskurbuk Kemendikbudristek, untuk diajak ngobrol. Dua jam saya bicara empat mata dengan Mas Nino sehari setelah itu. Mas Nino adalah seorang pejabat muda eselon satu yg cerdas, berwawasan luas, serta berpengalaman internasional, sekaligus rendah hati. Dengan sabar Mas Nino mendengarkan saran-saran saya, sambil sesekali menjelaskan posisi Kemendikbudristek terkait beberapa hal yang saya sampaikan di surat saya tersebut. (Bahkan salah satu saran saya, agar Kemendikbud juga menggerakkan proses belajar-mengajar berbasis komunitas RT-RW di masa pandemi ini, disambutnya dengan baik. Belakangan saya tahu bahwa saran saya itu dibawa ke dalam salah satu rapat di Kemendikbudristek).