Kehadiran IFP Dukung Pembelajaran Murid Berkebutuhan Khusus
Kudus, Jawa Tengah, 2 Agustus 2026 – Antusiasme terpancar dari wajah murid-murid SLBN Purwosari Kudus saat mereka menyimak video pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial (AI) melalui Interactive Flat Panel (IFP). Di kesempatan lain, mereka bersama-sama membaca buku digital dari laman budi.kemendikdasmen.go.id, menjawab pertanyaan sederhana, lalu menceritakan kembali isi bacaan. Pengalaman belajar yang lebih interaktif ini menjadi gambaran nyata bagaimana digitalisasi pendidikan menghadirkan layanan belajar yang semakin inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Bagi Riska Widyanasari, Guru Kelas Tuli di SLBN Purwosari Kudus, pemanfaatan IFP mengubah suasana belajar di kelas. Pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila, ia menggunakan video berbasis Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu murid memahami sekaligus mempraktikkan tata cara memberikan hormat kepada Bendera Merah Putih. Media digital juga dimanfaatkan untuk melatih kemampuan menyimak dan memahami bacaan melalui buku digital.
"IFP sangat membantu proses pembelajaran, terutama di SLB karena pembelajaran menjadi lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan sesuai dengan tiga prinsip utama Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Guru dapat menyajikan gambar, video, dan berbagai aktivitas interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan murid," ujar Riska di SLBN Purwosari Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7).
Selengkapnya: Kehadiran IFP Dukung Pembelajaran Murid Berkebutuhan Khusus
Partisipasi Semesta Perluas Ketersediaan Buku Bacaan Bermutu, Perkuat Literasi Anak Indonesia
Kudus, Jawa Tengah, 2 Agustus 2026 - Pemerintah terus memperkuat upaya menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia melalui perluasan akses terhadap buku bacaan bermutu. Upaya tersebut membutuhkan partisipasi semesta berupa dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, peningkatan minat baca anak menjadi salah satu prioritas yang terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor.
"Kami berusaha dengan segala kemampuan agar minat baca anak dapat ditingkatkan. Bersama mitra, termasuk Pura Barutama dan PT Mars Akbar Mandiri, kami berharap program ini berjalan lancar dan memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia," ujar Abdul Mu’ti dalam acara Pelepasan 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu untuk SD dan SMP di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (31/7).
Perkuat Sarpras Pendidikan Khusus, Kemendikdasmen Revitalisasi SLBN Purwosari Senilai Rp1,4 Miliar
Kudus, Jawa Tengah, 1 Agustus 2026 - Pemerintah terus memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus melalui peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN). Komitmen tersebut diwujudkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui revitalisasi SLB Negeri Purwosari Kudus senilai Rp1.452.684.000, sekaligus penyaluran bantuan buku bacaan bermutu kepada 10 sekolah di Kabupaten Kudus.
Pada kesempatan tersebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyerahkan secara langsung 200 eksemplar buku bacaan bermutu untuk jenjang SD dan 300 eksemplar untuk jenjang SMP. Sekolah penerima bantuan buku bacaan bermutu tersebut adalah SD 3 Mlati Lor, SD 4 Undaan Kidul, SD 4 Karangrowo, SD 1 Dukuhwaringin, SMP PGRI Jekulo, SLB Negeri Cendono, SLB Negeri Purwosari, SLB Negeri Kaliwungu, SLB Negeri Jepara, dan SLB Negeri Pati.
Sementara itu, revitalisasi di SLB Negeri Purwosari meliputi pembangunan satu paket toilet, renovasi dua ruang kelas, serta renovasi dua ruang keterampilan untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih nyaman dan ramah bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Lebih dari 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu Dikirim untuk Perkuat Literasi Anak Indonesia
Kudus, Jawa Tengah, 31 Juli 2026 – Dus-dus berisi buku mulai meninggalkan Kudus menuju berbagai penjuru Indonesia pada Kamis (31/7). Di dalamnya bukan hanya berisi lembaran-lembaran bacaan, melainkan juga harapan agar semakin banyak anak memiliki kesempatan bertemu buku yang menarik, mudah dipahami, dan mampu menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini. Perjalanan jutaan buku ini menjadi penanda bahwa pemerataan akses bacaan terus diupayakan. Sebab ketika buku lebih mudah dijangkau, kesempatan anak-anak Indonesia untuk belajar, bermimpi, dan membangun masa depan yang lebih baik pun semakin terbuka.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, secara resmi melepas pengiriman 5.538.300 eksemplar buku bacaan bermutu yang akan didistribusikan ke 18.444 SD dan 6.165 SMP di 510 kabupaten/kota pada 38 provinsi. Program prioritas Kemendikdasmen ini menjadi upaya berkelanjutan untuk memperluas akses bacaan berkualitas sekaligus memperkuat budaya literasi sebagai fondasi pendidikan bermutu untuk semua.
"Selamat atas capaian yang membanggakan, Pelepasan 5 Juta Buku untuk SD dan SMP untuk meningkatkan literasi anak-anak," ucap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, di Kudus, Jawa Tengah (31/7).
Selengkapnya: Lebih dari 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu Dikirim untuk Perkuat Literasi Anak Indonesia
Perkuat Literasi di NTT, Badan Bahasa Dorong Gerakan Partisipasi Semesta
Kupang, NTT, 30 Mei 2026—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penguatan partisipasi semesta dalam Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang berfokus pada peningkatan literasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), upaya tersebut dilakukan bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, komunitas, dan mitra pembangunan untuk membangun ekosistem pendidikan yang literat, inklusif, dan berkelanjutan. Salah satu implementasinya adalah penyelenggaraan Bimbingan Teknis Literasi Generasi Muda dan Gelar Wicara Praktik Baik Literasi di NTT dalam rangka Hari Buku Nasional pada Selasa (26/5). Mengusung tema “Dari Bumi Flobamorata Menyemai Benih Menebar Pijar Literasi”, kegiatan ini adalah wujud kerja sama antara Pemerintah Daerah NTT, INOVASI, dan Bank Indonesia.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa peningkatan kualitas literasi bangsa tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, literasi memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat agar dapat tumbuh menjadi budaya yang hidup di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. “Partisipasi semesta menjadi kunci untuk membangun ekosistem pendidikan yang bermutu dan berkeadilan,” ujar Hafidz.
Selengkapnya: Perkuat Literasi di NTT, Badan Bahasa Dorong Gerakan Partisipasi Semesta
Konsolnas 2026: Kemendikdasmen Terima Rekomendasi Sembilan Komisi untuk Penguatan Kebijakan Pendidikan
Depok, Jawa Barat, 11 Februari 2026 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menutup rangkaian Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan
Menengah (Konsolnas) Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Depok, Jawa Barat. Pada penutupan kegiatan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menerima hasil rekomendasi dari sembilan komisi sebagai rumusan bersama arah penguatan kebijakan pendidikan ke depan.
Dalam sambutannya, Wamendikdasmen menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh peserta yang berasal dari pemerintah pusat dan daerah serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
“Alhamdulillah, selama tiga hari pelaksanaan Konsolidasi Nasional ini, kita telah menyamakan arah kebijakan, membahas berbagai isu strategis, serta berbagi pengalaman antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat penyelenggaraan pendidikan,” ujar Wamen Atip di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Rabu (11/2).
Halaman 1 dari 11