Kantor Bahasa NTT menggelar acara pisah sambut Kepala Kantor Bahasa NTT dari Valentina Lovina Tante, S.Pd., kepada pejabat baru Syaiful Bahri Lubis, S.S., yang berlangsung di Aula Nusantara, LPMP Nusa Tenggara Timur, Selasa (31/8) pagi.

Dalam rangka ulang tahun ke-75 Republik Indonesia, Kantor Bahasa NTT bekerja sama dengan Walikota Kupang, Kepolisian Daerah NTT, dan Pegiat Media Massa menyelenggarakan Diskusi Daring bertema Bahasa dan Hukum. Kegiatan yang bersertifikat digital ini dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2020 dan berlangsung selama dua jam dari pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WITA.

Upacara Pelantikan Pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilaksanakan secara tatap muka dan jarak jauh (daring) melalui telekonferensi Zoom. Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dilaksanakan di Aula Nusantara, LPMP NTT (Kamis, 13 Agustus 2020).

Kantor Bahasa NTT di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengadakan Konsinyasi Bahasa dan Sastra di Nusa Tenggara Timur pada 20—25 Juli 2020. Kegiatan dilaksanakan secara virtual dengan menghadirkan narasumber dari Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Kepala Bidang Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dr. Ganjar Harimansyah. Peserta yang terlibat yaitu seluruh staf Kantor Bahasa NTT ditambah empat peserta dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kantor Bahasa NTT di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Pemilihan dan Pembinaan Duta Bahasa Tingkat Mahasiswa/Umum Tahun 2020. Kegiatan ini merupakan agenda rutin Kantor Bahasa NTT dan diharapkan dapat menghasilkan duta bahasa yang berperan aktif untuk menyosialisasikan pengutamaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa dan sastra di NTT. Kegiatan Pemilihan Duta Bahasa NTT dilaksanakan dalam delapan tahap pelaksanaan yang dimulai dari Seleksi Administrasi, Temu Teknis, UKBI, Wawancara, Pengumuman 30 Besar, Pembinaan, Unjuk Bakat, dan Acara Puncak.

Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi dengan jumlah bahasa daerah terbanyak ketiga di Indonesia setelah Provinsi Papua dan Papua Barat. Dilansir dari laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah bahasa daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 72 bahasa daerah yang tersebar di 22 kabupaten/kota, sedangkan Provinsi Papua Barat mencapai 102 bahasa daerah dan Provinsi Papua mencapai 326 bahasa daerah (https://petabahasa.kemdikbud.go.id/).